DPRD Berau Dorong PLN dan PT Berau Coal Jaga Kestabilan Harga Listrik
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : DPRD Berau mendorong negosiasi antara PLN dan PT Berau Coal untuk menekan biaya produksi listrik dan menjaga kestabilan pasokan energi bagi masyarakat, di tengah berakhirnya subsidi batu bara.
Wakil Ketua II DPRD
Berau, Sumadi, menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan
biaya produksi listrik di Kabupaten Berau. Langkah tersebut dilakukan melalui
lobi dengan PLN dan PT Berau Coal, guna mencari solusi terbaik
agar harga listrik tidak memberatkan masyarakat.
Sumadi mengatakan,
selama tiga tahun terakhir, subsidi batu bara sudah tidak lagi diberikan. Hal
ini berdampak pada kenaikan ongkos produksi listrik, khususnya di PLTU yang
dikelola konsorsium IPB (Industri Pembangkit Berau).
“Kami sudah maksimal
bekerja. Sudah lobi ke PLN agar harga beli listrik bisa dinaikkan, dan lobi ke
PT Berau Coal agar harga batu bara bisa diturunkan. Karena ini menyangkut
kepentingan masyarakat,” ujar Sumadi di Tanjung Redeb.
Menurutnya, harga
jual batu bara saat ini berada di kisaran
28 dolar per meter kubik. Namun, pihaknya berharap harga tersebut dapat
diturunkan karena masih ada biaya tambahan untuk pengangkutan. Sumadi juga
menyoroti selisih harga antara ongkos produksi dan harga beli listrik oleh PLN.
“Ongkos produksi
listrik di IPB sekitar Rp1.800 per kWh,
sementara PLN masih membeli di bawah itu, yakni sekitar Rp1.200 per kWh,”
jelasnya.
Ia berharap ada
koordinasi lebih intens antara PLN, PT
Berau Coal, pemerintah daerah, dan pihak konsorsium agar tercapai kesepakatan
harga yang saling menguntungkan. Apalagi, dari struktur kepemilikan IPB,
sekitar 48 persen sahamnya dimiliki daerah, sehingga stabilitas harga listrik
juga berdampak langsung terhadap pendapatan daerah.
“Kita minta semua pihak, termasuk PT Yasin yang juga tergabung dalam konsorsium, untuk ikut mendorong PLN menaikkan harga beli listrik, sementara Berau Coal menurunkan harga jual batu bara. Ini penting agar kepentingan masyarakat bisa terlayani,” tegasnya.
Sumadi menambahkan,
pihaknya akan terus memantau perkembangan negosiasi tersebut dan siap
memfasilitasi pertemuan lanjutan antara pihak-pihak terkait. (sep/FN)